Beranda Terjemahan

Terjemahan

Berisi karya-karya terjemahan dari pengarang terbaik dunia, baik puisi maupun prosa.

Dengarkan Aku seperti Seseorang Mendengarkan Hujan – Octavio Paz

Dengarkan aku seperti seorang mendengarkan hujan, tak perlu menyimak, dengarkan kata-kataku, dengan mata hati terbuka, terlelap, dengan pancaindra terjaga,

Sjair Java Bank Dirampok – Ferdinand Wiggers

Toean pembatjalah djangan heran / Membatja tjerita dengan Sairan / Cornelius Marius Gentis bikin lantaran / Rampok Java-Bank poenja atoeran

Yesterday – Haruki Murakami (Bagian 2, Selesai)

Aku bersandar di Aki-kun, bulan bersinar sangat indah, hanya kami berdua, ombak di luar berderak lembut. Tapi, setiap kali aku terbangun, aku merasa sangat sedih. Bulan yang terbuat dari es itu tak bisa ditemukan di mana pun juga.

Yesterday – Haruki Murakami (Bagian 1)

Sejauh yang kuingat, satu-satunya orang yang memasukkan lirik bahasa Jepang di lagu “Yesterday” milik The Beatles (dan juga anehnya menggunakan dialek Kansai totok), cuma seorang laki-laki bernama Kitaru.

Untukmu – Walt Whitman

"O, betapa lalai dan bodoh diriku. Seharusnya aku langsung menujumu dari dulu. Seharusnya aku tak bergumam apa pun kecuali dirimu. Seharusnya aku tak memuji apa pun kecuali dirimu."

Soneta 40: Ambil Seluruh Cintaku, Kekasih – Shakespeare

"Kan kumaafkan engkau pencuri, pencuri lemah lembut, meski kamu mencuri segala kemiskinanku; sekalipun kekasih tahu itu jadi kesedihan terberat untuk memikul cinta yang salah ketimbang luka kerna kebencian."

Kekalahan oleh Cinta – Rumi

"Aku siap menanggalkan kehidupan duniawi dan menyerah di hadapan keindahan wujudmu"

Tempat Tinggal – Margaret Atwood

"Pernikahan bukanlah sebuah rumah, atau bahkan tenda"

Pohon Dedalu Buta dan Putri Tidur – Haruki Murakami

“Ketakutan memang sesuatu yang terburuk. Rasa sakit yang kubayangkan lebih buruk dari rasa sakit sebenarnya. Kamu paham maksudku?”

Daerah Cahaya – Yuko Tsushima

"Ketika ia membuka pintu dan aku melangkah ke dalam, aku berbisik dalam diriku, ya, inilah apartemen untukku. Lantai merah menyala terpapar sinar matahari terbenam dan kamar-kamar kosong berdetak dengan cahaya."

Menyerahlah – Franz Kafka

“Menyerahlah! Menyerahlah,” jawabnya tiba-tiba sambil berbalik dengan nada yang menyeramkan seperti hendak memakan manusia.

Pemilu – Chinua Achebe

"Dua koin shilling ini sungguh memalukan. Jika Marcus orang miskin yang dikutuk nenek moyang kita, aku pasti menjadi orang pertama yang memberikan suara untuknya, seperti pemilu sebelumnya."

Kepulauan Rempah-Rempah – Antonio Pigafetta (1521)

"Kami menembakkan seluruh artileri kami. Bukan hanya karena keindahan pulau itu kami merasa begitu senang, melainkan karena kami telah melakukan perjalanan selama 27 bulan kurang dua hari untuk mencari Kepulauan Maluku."

Rekomendasi