Rute Perjalanan
Gambar oleh Free-Photos dari Pixabay
dibaca normal 1 menit

RUTE PERJALANAN

1/

Dari peron stasiun, ia bisa membaca
papan jurusan: tempat ia akan kembali
dari sebuah nostalgia. Laki-laki tua
berdiri di ujung kereta, merapikan seragam,
pet, dan bersiap memberi aba-aba
kepada lokomotif; kepada masinis.

Adakah arti dari sebuah jarak
selain perpisahan–dan rindu, lokomotif
bergumam. Penumpang mempersiapkan diri,
masuk ke dalam mesin jarak;
mesin perpisahan yang sangat ia benci.

2/

Satu jam setelah keberangkatan,
ia lihat rumah-rumah menjauh
dari kaca jendela. Kunang-kunang
berhamburan mengitari kereta yang
membawanya kembali ke sebuah negeri,
tempat kenangan tak punya arti lagi.

Aku selalu membayangkan kehidupan
di balik rumah itu, dan rumah itu,
serta rumah itu, ujar penumpang yang
ada di depannya kepada
teman perjalanannya.

Mungkin ruang keluarga yang lengkap
dengan isinya: sebuah TV, kipas angin,
dan tikar. Barangkali hanya sebuah foto
yang tampak suwung, jawab temannya.

Ia tak ingin mendengar percakapan itu.

3/

Tak ada beda antara singgah, pergi,
kembali, atau pulang. Sementara petugas
stasiun mempersilakan kereta masuk,
ia lihat sebuah rute; tak ada ujung,
tak ada sampai, tak ada singgah.

Mungkin memang ada sebuah jarak
yang membelah ingatan. Barangkali
hanya ingatan saja; ruang-ruang
yang menciptakan jurang antara
sebuah awal dan ketika.

Selamat pagi, katanya dalam hati pada
sebuah kota yang tentu saja telah
tertera dalam sebuah tiket perjalanan.

DUKUNG BOOKSANDGROOVE.com

BOOKSANDGROOVE.com tidak memasang adsense demi kenyamanan membaca di situs kami. Namun, kamu tetap bisa mendukung kami untuk menghasilkan artikel-artikel menarik seputar dunia buku.

Kamu bisa memberi dukungan BOOKSANDGROOVE.com dengan membeli buku-buku digital dari kami di Google Books. Pembayarannya bisa menggunakan Gopay, kartu kredit, maupun pulsa.

Sila klik tautan di judul-judul buku kami berikut ini.

  1. Diam yang Sempurna (Kumpulan Cerpen Dunia) - Yiyun Li, Haruki Murakami, Laila Lalami, Salman Rushdie, Ludmilla Petrushevskaya, Gabriel Garcia Marquez, dan Jhumpa Lahiri.
  2. Batavia 1619 - Njoo Cheong Seng
  3. Demam Moskou: Antologi Roman Awal Abad ke-20 - Kwee Tek Hoaij, Liem King Hoo, Piow Kioe An
  4. Njai Isah dan Cerita Lainnya - Ferdinand Wiggers (Versi paperback bisa dibeli di sini)
  5. Student Hijdo - Mas Marco Kartodikromo
  6. Kemujuran Seorang Pengarang - Kumpulan Interviu Jorge Luis Borges, Orhan Pamuk, Gabriel Garcia Marquez, dan Laila Lalami.
Baca Juga:  Panggilan Telepon Pagi Hari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here