baudelaire
dibaca normal 1 menit

Charles Baudelaire
Matahari

Di sebuah distrik tua, pondok-pondok kumuh itu menyembul terkulai.
Dari balik jendela berbingkai kayu itu,
tersimpan rahasia tentang hasrat manusia yang purba.
Tengah hari, saat sinar matahari yang bengis menyambar-nyambar
di kota dan di desa; di atap-atap, juga di ladang-ladang gandum,
aku menyepi, lalu kian terlarut dalam dunia khayali.
Kupagari erat rima yang menangkis cergas,
dan perlahan-lahan mundur, teratur.
Bak tersandung kata-kata yang menjelma
kerikil kasar di trotoar,
atau terbentur syair yang sudah kudambakan sejak dulu.
Matahari; ayah yang penuh kasih,
sekaligus iblis bagi manusia-manusia yang kehabisan darah.
Ia mampu mencipta sajak,
seakan-akan sajak adalah mawar yang kuncup-mekar,
lalu membakarnya dalam kabut keresahan
sudut pikir anak-anak Adam.
Ia pula yang menjejali sel otak dengan madu,
layaknya lubang-lubang di sarang lebah.
Inilah yang membuat lelaki bertongkat itu terantuk,
dan laksana gadis muda, ia menyenandungkan lagu nan indah,
memanggil roh manusia agar terus mendaki, mendaki,
lalu menua.
Yang merekah dalam keabadian,
pasti adalah kehendaknya.
Lelaki itu pergi ke kota dengan binar-binar khas penyair,
mencoba mengagungkan dan memberi makna
pada hal-hal yang luput dari perhatian manusia.
Atau, diam-diam tanpa pengawasan,
ia akan mengabari istana-istananya yang jauh
bak seorang raja,

lalu berakhir di sanatorium.


Diterjemahkan oleh Resna Anggria Putri

dari terjemahan bahasa Inggris
Le Soleil, oleh Edna St. Vincent Millay
(NY: Harper and Brothers, 1936).
Diterjemahkan oleh Resna Anggria Putri
Sumber naskah: Le Soleil – Charles Baudelaire dari fleursdumal

DUKUNG BOOKSANDGROOVE.com

BOOKSANDGROOVE.com tidak memasang adsense demi kenyamanan membaca di situs kami. Namun, kamu tetap bisa mendukung kami untuk menghasilkan artikel-artikel menarik seputar dunia buku.

Kamu bisa memberi dukungan BOOKSANDGROOVE.com dengan membeli buku-buku digital dari kami di Google Books. Pembayarannya bisa menggunakan Gopay, kartu kredit, maupun pulsa.

Sila klik tautan di judul-judul buku kami berikut ini.

  1. Diam yang Sempurna (Kumpulan Cerpen Dunia) - Yiyun Li, Haruki Murakami, Laila Lalami, Salman Rushdie, Ludmilla Petrushevskaya, Gabriel Garcia Marquez, dan Jhumpa Lahiri.
  2. Batavia 1619 - Njoo Cheong Seng
  3. Demam Moskou: Antologi Roman Awal Abad ke-20 - Kwee Tek Hoaij, Liem King Hoo, Piow Kioe An
  4. Njai Isah dan Cerita Lainnya - Ferdinand Wiggers (Versi paperback bisa dibeli di sini)
  5. Student Hijdo - Mas Marco Kartodikromo
  6. Kemujuran Seorang Pengarang - Kumpulan Interviu Jorge Luis Borges, Orhan Pamuk, Gabriel Garcia Marquez, dan Laila Lalami.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here