Selasa, September 27, 2022

Tiga Sajak buat Nin

"Di persimpangan Bimasakti dan Andromeda, kami bersua. Saling tuju pada simpul sapa."

Beberapa Detik Lalu

"Gelisah itu sudah rampung kautabut, melintangi perjalanan ke binar matamu."

Lintang Kemukus

"Lintang kemukus berambut panjang; pada setiap helainya kau bisa memandang berbagai kepedaran hati yang tak bisa ditakar."

Panggilan Telepon Pagi Hari

“Lima menit saja. Setelah itu aku tidak akan menelepon lagi. Janji,” kata perempuan itu memohon.

Kawanku Seorang Teroris

AKU TAK MENGIRA, petang itu, kabar tentang dirinya hadir. Sudah sekira dua tahun aku tak mendengar kabarnya. Ibunya pun sudah tak mengetahui keberadaannya. "Sudah empat tahun, Din," ujar ibunya saat aku datang ke rumahnya, Lebaran tahun kemarin. "Kalau Udin tahu, kasih tahu Ibu."

Mimpi Satu Hari

SIANG ITU, seperti biasa, ia mengajakku pergi melepas kepenatan di akhir pekan. Kali ini, kami pergi ke tempat yang jauh sekali. Agar energi buruk di tempat sebelumnya benar-benar hilang, katanya.

Permainan

"Anak-anak yang masih murni dimasukkan ke sekolah. Katanya agar menjadi beradab, padahal pendidikan adalah laboratorium pengubah otak dan hati."

Cassini (2)

"Dan lewat matamu, kau kirimkan keindahan itu kepada dunia"

Di Dalam Hatinya, Sebuah Lagu Tak Sengaja Berputar

Sambungan Nasi Goreng Instan dan Makaroni Panggang. “Aku sangat mencintaimu, tapi ini juga sangat menyakitkan.” Kata-kata itu terus terbaca jelas di kepala Nehan. “Jika kamu...

Senandika

"Ada yang lebih dalam dari kebisuan, saat kata-kata kautabur hingga ke atma, dan di sana, namanya mengekal."

Malam Itu, Kota Ini Kembali Lagi seperti di Masa Lalu…

Aku tidak ingin mengingat apa pun tentang stasiun ini, tentang kota ini. Semakin aku menghirup udara di kota ini, ingatan itu semakin berdatangan.

Abimanyu

AKU PUNYA teman. Abimanyu namanya. Tubuhnya tak terlalu tinggi, kira-kira sepuluh senti lebih tinggi dariku, agak berisi, rambutnya ikal dibiarkan gondrong sebahu. Lelaki itu suka mengenakan kemeja kebesaran dan sepatu kets andalan yang sudah kumal.

Cara Menyeduh Angin

"Memang tak ada yang abadi seperti berulang kau sinyalkan lalu mengapa tanda tanya itu engkau sematkan di mata dan di tajam hatimu?"

Rekomendasi