Kereta Pukul 9 Malam

Ia memilih mendengar gambang dari stasiun tua serta melihat sisa-sisa jarak yang ingin ia putus. Ia tak ingin melewatkan waktu. Tak ingin melewatkan…… mungkin…. semua yang ia lihat

Cassini (2)

"Dan lewat matamu, kau kirimkan keindahan itu kepada dunia"

Syair 3: Syahrazad

"Syair ini digubah dari dongeng Parsi / Dari Seribu Satu Malam yang melegenda / Kisah tentang putri pemberani, / Syahrazad, putri Wazir Samarkan"

Syair 2: Duka Cinta

"Duka dan cinta tak sepenuhnya berbeda"

Syair 1: Kasunyatan

"Kekasih jiwa hilang sudah. Membawa derai-derai kasunyatan. Hamba reka syair dan kasidah. Hibur diri yang sedang renta. "

Permainan

"Anak-anak yang masih murni dimasukkan ke sekolah. Katanya agar menjadi beradab, padahal pendidikan adalah laboratorium pengubah otak dan hati."

Malam

"Aku menyukai malam karena banyak orang bicara dengan dirinya sendiri. Lebih dekat dengan nasib dan hati di ruang-ruang sunyi."

Senyuman

"Puisi ini, tuan manusia bukan filsafat atau sains. Hanya sebuah getaran di tengah padang luas bahasa."

Alusi

"Terus kurawat rasa menanti bersama harapan yang tinggal dan kujauhkan pula satu hati di ketika semua masih janggal"

Aku Tak Punya Kenangan

"Aku terlatih melupakan semua masa lalu sembilu, sekuat mungkin kusingkirkan serpih yang ingin bertamu."

Akar Wangi

"Kau adalah akar wangiku mengurai resah dengan kerlingan yang jauh dari tatapan kaku sebab mengalir rindu tertahan sekian lama diperdaya waktu."

Cara Menyeduh Angin

"Memang tak ada yang abadi seperti berulang kau sinyalkan lalu mengapa tanda tanya itu engkau sematkan di mata dan di tajam hatimu?"

Lintang Kemukus

"Lintang kemukus berambut panjang; pada setiap helainya kau bisa memandang berbagai kepedaran hati yang tak bisa ditakar."

Rekomendasi