puisi octavio paz, dengarkan aku
Gambar oleh Rahul Pandit dari Pixabay
dibaca normal 1 menit

Dengarkan Aku seperti Seseorang Mendengarkan Hujan

Dengarkan aku seperti seseorang mendengarkan hujan,
tanpa penuh perhatian dan tanpa terganggu,
langkah ritmis, gerimis tipis,
air itu adalah udara, udara itu adalah waktu,
terang semakin berlalu,
malam belum juga tiba,
wujud-wujud kabut,
di tepian sudut,
wujud-wujud waktu,
di lengkung jeda,

dengarkan aku seperti seorang mendengarkan hujan,
tak perlu menyimak, dengarkan kata-kataku,
dengan mata hati terbuka, terlelap,
dengan pancaindra terjaga,
hujan itu, langkah ritmis, gumaman kata-kata,
udara dan air, kata-kata tanpa beban,
kita adalah kita,
hari demi hari dan tahun demi tahun, saat ini,
waktu yang ringan dan kepedihan yang berat,

dengarkan aku seperti seorang mendengarkan hujan,
aspal basah bersinar,
menguap, dan lenyap,
malam terbuka dan lihatlah aku,
kau adalah kau dan tubuh uapmu,
kau dan wajah malammu,
kau dan rambutmu, kilauan kilat yang tak tergesa,
kau melintasi jalanan dan merasuk di dahiku,
jejak air melintas di kedua mataku,

dengarkan aku seperti seorang mendengarkan hujan,
aspal bersinar, kau melintasi jalanan,
ini kabut yang berkeliaran di malam hari,
ini malam yang tertidur di ranjangmu,
ini ombak di hela napasmu,
jari-jari airmu membasahi dahiku,
jari-jari apimu membakar mataku,
jari-jari udaramu membuka kelopak waktu,
kilatan hantu dan kebangkitan,

dengarkan aku seperti seorang mendengarkan hujan,
tahun-tahun berlalu, kenangan-kenangan kembali,
dengarkah langkah kaki di ruang sebelah?
bukan di sana, bukan di sini: kau dengar mereka,
di waktu lain, waktu kini,
dengarkan langkah waktu,
pencipta ruang tanpa gravitasi, tanpa asal mula,

dengarkan rintik hujan yang berguguran di teras,
malam kini semakin malam di hutan,
kilat telah bersarang di dedaunan,
sebuah taman gelisah terombang-ambing,
bebayanganmu menutupi halaman ini.

Baca Juga:  Hikayat La Florida - Laila Lalami

DUKUNG BOOKSANDGROOVE.com

BOOKSANDGROOVE.com tidak memasang adsense demi kenyamanan membaca di situs kami. Namun, kamu tetap bisa mendukung kami untuk menghasilkan artikel-artikel menarik seputar dunia buku.

Kamu bisa memberi dukungan BOOKSANDGROOVE.com dengan membeli buku-buku digital dari kami di Google Books. Pembayarannya bisa menggunakan Gopay, kartu kredit, maupun pulsa.

Sila klik tautan di judul-judul buku kami berikut ini.

  1. Diam yang Sempurna (Kumpulan Cerpen Dunia) - Yiyun Li, Haruki Murakami, Laila Lalami, Salman Rushdie, Ludmilla Petrushevskaya, Gabriel Garcia Marquez, dan Jhumpa Lahiri.
  2. Batavia 1619 - Njoo Cheong Seng
  3. Demam Moskou: Antologi Roman Awal Abad ke-20 - Kwee Tek Hoaij, Liem King Hoo, Piow Kioe An
  4. Njai Isah dan Cerita Lainnya - Ferdinand Wiggers (Versi paperback bisa dibeli di sini)
  5. Student Hijdo - Mas Marco Kartodikromo
  6. Kemujuran Seorang Pengarang - Kumpulan Interviu Jorge Luis Borges, Orhan Pamuk, Gabriel Garcia Marquez, dan Laila Lalami.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here